//
you're reading...
reportase

Kunjungan Eksternal KAB UGM dan KSI UNS

Kunjungan Eksternal KAB UGM dan KSI UNS

Perjuangan menuju cita-cita memajukan sektor pertanian di Indonesia tidak akan bisa dilakukan oleh suatu individu atau golongan yang berlepas diri dari golongan lain. Pertanian yang terintegrasi dalam segala sektor membutuhkan peran dari lingkup yang jauh lebih luas. Keberhasilannya dalam menjadi penopang hidup ratusan juta rakyat Indonesia bergantung pada banyak faktor yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, untuk menuju aktualisasi visi tersebut, pembentukan jaringan antar golongan menjadi langkah utama yang mesti dilakukan.

Akademisi, dalam perannya di sektor pertanian, adalah sebagai pendidik dan problem solver bagi pelaku utama pertanian, petani. Fungsi tersebut meluas menjadi mitra. Mitra dapat diartikan sebagai pendamping, yang fungsinya adalah mendampingi, mendukung dan mengarahkan, sebagaimana fungsi akademisi. Fungsi inilah yang diterapkan dalam kelompok studi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Klinik Agromina Bahari (KAB) dalam aktivitas kinerjanya.

Akan tetapi, fungsi sebagai mitra masyarakat tani dan nelayan juga terlalu kompleks untuk  diterapkan oleh satu kelompok akademisi saja. Klinik Agromina Bahari masih terlalu kecil untuk memainkan fungsi mitra, bahkan untuk lingkup sebatas klaster mahasiswa. Pembentukan jaringan kerja menjadi langkah strategis yang seharusnya dilakukan. Pembentukan jaringan kerja ini, diawali dengan sebuah kunjungan study tour  KAB ke Kabupaten Surakarta, dimana Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian Universitas Negeri 11 Maret terlahir, berkembang, dan berintegrasi di dalamnya.

Kunjungan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Jaringan Eksternal KAB Kabinet Ideologis Prestatif tahun 2013 di bawah Kepala Departemen Eka Putri Amdela. Maksud dari diadakannya kunjungan ini adalah sebagai langkah awal pembentukan jaringan kerja dengan agenda perkenalan dan silaturahim dengan sahabat seperjuangan. Maka berangkatlah Ketua Umum KAB tahun 2013 Andhika Rakhmanda dan Sekretaris Jenderal KAB Haryani Dwi Anjani, beserta 32 kader aktif KAB dari basis kerja mereka di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta ke Fakultas Pertanian UNS, Surakarta pada hari Kamis, 6 Juni 2013.

Agenda diawali dengan perkenalan masing-masing lembaga, KAB dan KSI, oleh masing-masing Ketua Umum. Selanjutnya, setiap anggota dipisah dan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil disesuaikan dengan departemen atau ranah kerja masing-masing, yaitu Penelitian dan Keilmuan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Media dan Jaringan, dan Kesekretariatan. Tiap ranah kerja berdiskusi menjelaskan dan memberi masukan terhadap masing-masing program kerja dan berdiskusi tentang program kerja tersebut, sehingga diperoleh gambaran tentang aktivitas lembaga kawan dalam memainkan fungsinya dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan. Selanjutnya, hasil diskusi dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun langkah-langkah strategis menuju visi besar yang telah diimpikan bersama. Proses diskusi juga memunculkan hubungan persahabatan antara kader KAB dengan KSI.

Diskusi Pelatihan Korupsi Mahasiswa atau Program Kreativitas Mahasiswa

Agenda selanjutnya merupakan diskusi ilmiah berbicara tentang substansi dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM merupakan salah satu media mahasiswa untuk menunjukkan ketajam taringnya, memainkan keativitasnya, dan mengembangkan idealismenya untuk mengaplikasikan hasil pemikirannya kepada masyarakat. Akan tetapi, fasilitas yang disediakan oleh DIKTI sebagai penyelenggara PKM justru sering disalahgunakan oleh mahasiswa. Indikasi korupsi skala kecil oleh mahasiswa tercium, tergambarkan pada kebiasaan mahasiswa yang terhenti di tengah jalan setelah memenangkan PKM atau menyelesaikan segala urusannya di Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) semata, dengan mengambil keuntungan yang didapatnya dan memudarkan idealismenya. Secara sekilas, dapat disebut korupsi. Tapi benarkah? Maka dari itu, tiap grup diskusi yang terdiri empat klaster sesuai ranah kerja membahas masalah ini dan saling beradu pendapat untuk mencapai sebuah penyelesaian dari sebuah pertanyaan utama yang terbacakan : apakah PKM ini ada untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa ataukah hanya sebagai alat simulasi untuk memperkenalkan kegiatan korupsi kepada mahasiswa?

Perilaku yang dinampakkan oleh seseorang, dalam hal ini adalah mahasiswa, selalu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Genetik dan lingkungan. Ekspresi yang ditampakkannya akan bergantung pada dua faktor tersebut dalam skala aras yang seimbang. Niat adalah hal terpenting untuk memulai. Namun bagaimanapun, seorang dengan idealisme setinggi apapun bisa jadi kehilangan semangatnya dan melakukan kesalahan yang bertolak belakang dengan idealisme yang dibangunnya karena adanya dominasi lingkungan. Lingkungan berpengauh nyata dalam mengatur pembentukan terhadap dirinya. Keduanya merupakan sumber ‘sakit’ atau ‘sehat’-nya, titik dimana kesalahan itu menyerang, menyarang, dan berekspresi menumbangkan idealisme dan melunturkan tujuan awal Program Kreativitas Mahasiswa. Demikian disampaikan perwakilan grup klaster penelitian.

Untuk itu, demikian perwakilan klaster PSDM, dalam aktivitas sebuah lembaga mahasiswa di bidang apapun, perlu dilakukan pembentukan karakter dalam membangun idealisme dan meneguhkannya sehingga mampu mendominasi pengaruh lingkungan yang menegasikan visi pergerakannya itu. Pembentukan karakter juga harus berorientasi jangka panjang, seumur hidup. Kenyataan yang menunjukkan banyaknya koruptor yang berasal dari kalangan aktivis penggerak lembaga mahasiswa membuktikan terjadinya kegagalan dalam pembentukan karakter di lembaga dasarnya. Idealismenya hanya berlangsung sementara, dan kemunafikan-lah yang mendominasi di kemudian. Jangan sampai, lembaga mahasiswa yang ada justru melahirkan bibit-bibit baru dari generasi yang diharamkan ada.

Solusi Sebaiknya

Masalah PKM dan korupsi ini sederhana, bergantung pada bagaimana cara menyikapinya. Skala korupsi kecil bisa saja diabaikan, tetapi, masalah yang diabaikan ditakutkan akan berkecambah dan berkembang biak tak teratur. Benar. masalah sebesar apapun, lahir dari sebuah pengabaian kecil. Sama halnya dengan membuang sampah sembarangan, dan terciptalah gunungan sampah. Sama halnya dengan titip absen yang akan melahirkan kemalasan dan memperpanjang catatan kebohongan. Dana yang tersisa dari kegiatan PKM sejatinya memang telah menjadi hak mahasiswa pelaksana. Tidak ada mekanisme pengembalian dan tidak ada kontrol yang ketat menyebabkan penyelewengan selalu saja terjadi. Dilematis.

Namun berkaca pada substansi PKM, hal semacam ini layaknya tak perlu diributkan. Program Kreativitas Mahasiswa memiliki substansi yang sangat penting. PKM menjadi katalis yang memacu mahasiswa untuk berpikir kritis menghadapi masalah dan mencari solusi. Dari PKM, sering terlahir karya-karya besar dan kontribusi yang nyata dan masih berkembang. Inilah yang menjadi sorotan penting dan keyword  dalam pelaksanaan PKM. Long term orientation, tujuan akhir dari PKM jangan dipersempit dalam target yang mudah diraih namun tak terlalu penting, akan tetapi kepada target yang jauh, yang akan selalu menumbuhkan semangat untuk berkontribusi, yang kebermanfaatannya nyata, yang searah dengan perwujudan visi.

Modifikasi perlu dilakukan pada faktor luar sehingga kecenderungaan yang terbentuk adalah iklim yang mendukung pencapaian akhir. Program pembentukan karakter perlu dilakukan. Motivasi dan penjagaan agar semangat selalu berada dalam kondisi tertinggi dan konsistensi selalu terjaga perlu dilakukan. Mental jujur, bertanggung jawab dan berani berkembang adalah benih-benih dasarnya. Muliakan. Disinilah fungsi Pengembangan Sumber Daya Manusia bekerja. Untuk sebuah karakter yang kompeten sesuai bidang ilmunya, profesional dalam bekerja, konsisten kontributif, dan berakhlak mulia.

Sebagai contoh dalam penerapannya adalah ketika sekelompok mahasiswa telah berhasil melakukan penelitian dari PKM-P tentang kandungan obat dalam suatu tanaman. Uangnya tersisa banyak, dan bingung akan digunakan untuk apa. Sebenarnya, ketika kita menghadapi hal seperti ini, berpikir dalam kotak ‘in the box’ selalu dikedepankan. Batasan dari kegiatan PKM hanyalah pada lingkup yang telah terencana. Pengembangan skala pribadi belum ada. Pelaku masih mengikuti mainstream, membebek pada agenda dan habislah tanggung jawabnya ketika finish. Dari contoh yang telah dikemukakan di atas, hasil PKM-P sebenarnya dapat dikembangkan. Penelitian yang berakhir sebagai jurnal belum bisa dirasakan manfaatnya secara nyata. Kesempatan untuk berkembang terbuka lebar. Tanaman tersebut perlu diekstraksi untuk diambil manfaatnya. Alatnya bisa dibuat, produk mentahnya bisa dikumpulkan, produk tersebut bisa dimasak, kemudian dipasarkan. Siapa yang memasarkan, tidak terbatas pada pelaksana. Agar masyarakat turut berperan dalam pemasaran, sehingga tersejahterakan dan terbina, adalah tujuan yang ‘sudah jelas’ mulia. Kenapa ini tidak dipraktekkan? Inilah pola pikir ‘out of the box’. Melanjutkan dan mengembangkan. Tak sebatas jadwal. Ini lebih baik untuk ditampakkan ketimbang Program Korupsi Mahasiswa sebagaimana diisukan. Jikapun selesai dengan sebuah desa yang terbina, dan uang masih saja sisa. Bukankah masih banyak desa-desa yang membtuhkan binaan?

Tujuan Program Kreativitas Mahasiswa jelas. Mulia. Tapi tujuan itu bisa dibelokkan hanya karena kesempatan yang terbuka lebar untuk niatan yang buruk rupa. Niatan yang kuat, seharusnya tak terpatahkan. Bangun Idealisme dengan membangun niat yang lurus. Perkuat dengan prinsip hidup dan keyakinan yang meneguhkan. Menjauhi lingkungan yang mendukung virus kemungkaran, tidak sulit. Katakan saja pada diri kita, pelaku utama Program Kreativitas Mahasiswa, calon-calon suseptibel Peserta Korupsi Mahasiswa, untuk apa, kita mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa?

Apakah untuk mendapat uang ataukah untuk memberi manfaat?

Diskusi

2 thoughts on “Kunjungan Eksternal KAB UGM dan KSI UNS

  1. intinya apa yang telah diikuti haruslah yang utama adalah bermanfaat gan,,🙂

    Posted by Fendi haris | Juli 16, 2013, 10:11 am
  2. setuju🙂

    Posted by Sihwia | Agustus 2, 2013, 9:24 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KAB Archive

KAB Photos

Lebih Banyak Foto

laman facebook resmi KAB

Twitter Terbaru

agri sms

Buku

Buku Klinik Agromina Bahari
%d blogger menyukai ini: