//
you're reading...
opini, reportase

Refleksi Ilmu Pengetahuan

  • Telaah Film “Runtuhnya Teori Evolusi” karya Harun Yahya

    Oleh: Muhammad Yusron Mufid *

    Ada pepatah yang menyatakan bahwa “Mempelajari ilmu pengetahuan dikatakan benar apabila dengan tersebut mampu mendekatkan dan mengenalkan manusia kepada Tuhan yang memiliki ilmu dan hikmah yang tak terbatas. Dialah Allah S.W.T penguasa langit dan bumi”

    Setiap orang yang mengamati alam raya nan luas ini secara teliti dan seksama tentu akan menemukan 250 miliar galaksi yang masing-masing terdiri dari 300 miliar bintang. Masing-masing bergerak menurut hukum dan keteraturan tertentu. Terdapat rancangan, desain, keharmonisan peran dan keseimbangan yang sempurna disegenap penjuru alam raya. Bumi yang secara kasat mata terlihat sebagai hamparan nan luas ternyata hanyalah sebuah noktah sangat kecil di tengah keanggunan dan kebesaran jagad raya. Bumi pun didesain dengan keseimbangan yang sangat sempurna ditengah kompleksitas ekosistem biosfer yang rumit. Tak seperti benda langit yang telah diketahui, atmosfer dan permukaan bumi telah disiapkan untuk menunjang adanya kehidupan di dalamnya. Air yang merupakan komponen utama kehidupan menutupi sebagian besar permukaan bumi. Kisaran suhu yang sangat ideal, waktu peredaran, komposisi gas dan material yang sesuai menunjukkan kepada kita bahwa bumi beserta fasilitas didalamnya memang dipersiapkan untuk adanya sebuah kehidupan. Bumi merupakan rumah bagi jutaan makhluk hidup yang tersusun kompleks dan beraneka ragam. Jutaan makhluk hidup tersebut hidup dalam keserasian dan keharmonisan yang sempurna. Kehidupan pun terus berlanjut tanpa terusik kecuali oleh campur tangan manusia. Tapi, yang perlu kita renungkan adalah bagaimana sebuah Maha Karya yang luar biasa ini berawal ? Bagimana makhluk hidup beserta perangkat  organ yang sesuai dengan peranannya dalam keseimbangan ekosistem menjadi ada ? Keseimbangan desain ini bagi orang yang mau berpikir secara mendalam dan tulus pasti terbersit akan adanya seniman yang telah menciptakan ini semua. Seniman yang memiliki ilmu dan hikmah tiada tara. Seniman itu telah memperkenalkan dirinya kepada manusia sebagai makhluk yang telah diistimewakanNya. Dialah Allah, Tuhan yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Penguasa langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya.

    Namun, teori Darwin yang muncul pada abad ke 19 menolak segala bukti-bukti penciptaan yang nyata-nyata telah terhampar dihadapan kita. Tokoh promotor dalam hal ini adalah seorang ilmuwan bernama Charles Darwin. Dalam bukunya The Origin of species. Darwin menyerahkan segala peristiwa ajaib ini pada hukum kebetulan dan mengingkari adanya penciptaan. Makhluk hidup yang sangat beraneka ragam ini diklaimnya berasal dari satu nenek moyang yang sama dan terus semakin berubah melalui suatu proses evolusi kumulatif dalam jangka waktu yang lama. Teori ini telah tersebar lewat sarana dan propaganda dahsyat dari pendukungnya yaitu para evolusionist. Darwin menyadari, bahwa dalam teorinya masih terdapat banyak sekali kekurangan. Namun ia berharap kekurangan tersebut dapat diketemukan titik terang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun ibarat menangkap bayangan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi justru mematahkan klaimnya satu persatu.

    Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana makhluk awal yang diklaimnya sebagai nenek moyang Makhluk Hidup berawal ? Darwin sama sekali tidak mengulas terkait hal ini. Adalah anggapan umum di masanya bahwa makhluk hidup dapat muncul dari benda tak hidup/materi. Katak dapat muncul dari lumpur, serangga dari sisa makanan, tikus dari segenggam gandum di kain kotor, belatung pada daging busuk dsb. Tapi klaim tersebut terbantahkan satu persatu diantaranya ternyata diketahui belatung pada daging busuk tidak dapat muncul sendiri melainkan adanya lalat yang meletakkan larva mikroskopis ke dalamnya. Dimasa Darwin, sel sederhana yang dianggap sebagai nenek moyang makhluk hidup hanya terlihat dengan mikroskop dimasanya sebagai segmen-segmen kecil. Namun, penemuan mikroskop elektron canggih pada pertengahan abad 20 menunjukkan betapa rapi dan kompleksnya struktur sel. Dalam suatu sel yang mikroskopis ada kehidupan tersembunyi layaknya sebuah pabrik yang sangat teratur dan dinamis. Mustahil hal ini merupakan hasil kebetulan. Analoginya Adalah mustahil sebuah hempasan angin tornado ke tumpukan barang-barang bekas kemudian mendesainnya menjadi pesawat boeing 747 yang canggih dan modern. Beberapa eksperimen para ilmuwan ternama seperti Stanley Miller, Alexandre Oparin dan Louis Pasteur semakin melemahkan ke-absahan teori Evolusi. Hingga akhirnya eksperimen-eksperiman tersebut bertemu pada satu kesimpulan bahwa materi tak akan pernah bisa menciptakan makhluk hidup sekalipun dalam bentuk yang paling sederhana.

    Saat ini, tak ada laboratorium yang canggih sekalipun yang dapat membuat satu sel hidup dari materi tak hidup.  Namun, sistem ini, yang manusia dengan segala kecerdasan intelektual dan teknologi mutakhir tidak bisa membuatnya diklaim sebagai hasil dari suatu proses kebetulan.

    Wahai manusia ! Telah dibuat satu perumpamaan. Maka dengarkanlah ! sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya…..

    (Q.S 22:73)

    Penemuan struktur DNA oleh James Watson dan Francis Crick membuka mata kita semua bahwa kehidupan jauh lebih kompleks dari yang di bayangkan sebelumnya. Didalam DNA terdapat informasi-informasi sifat fisik dan fisiologis seperti warna bola mata, bentuk wajah hingga bentuk dan fungsi organ dalam terdapat dalam untaian helix ganda DNA yang tersimpan didalam inti sel. Jika semua informasi dalam untaian DNA dibukukan maka akan memerlukan 40x lebih banyak dari buku ensiklopedia. Sebuah kumpulan informasi terlengkap yang pernah di buat manusia. Uniknya, gudang informasi raksasa ini tersimpan di dalam inti sel kita yang sangat sangat kecil berukuran sekitar 1/1000 mm. Jelas keajaiban ini tidak akan pernah muncul secara kebetulan melainkan ada seniman super hebat yang telah mendesainnya. Teori darwin tak akan mampu berkata apa-apa dihadapkan pada semua keajaiban ini.

    Seperti tak kekurangan akal, para evolusionist menambahkan mekanisme seleksi alam untuk memperkokoh teorinya. Namun belakangan diketahui bahwa seleksi alam hanyalah menghilangkan individu-individu lemah dan cacat sebagai upaya menjamin kelangsungan hidup spesies yang bersangkutan. Namun, mekanisme ini tidaklah dapat mengubah suatu spesies menjadi spesies lain bahkan yang jauh hubungan kekerabatannya semisal reptil menjadi burung, ikan menjadi burung, reptil menjadi mamalia dsb. Begitupun dengan mekanisme mutan, mutasi adalah suatu proses reaksi karena adanya stimulus dari luar yang menyebabkan teracak atau terdistorsinya susunan kode genetik suatu makhluk hidup. Namun ini bersifat merusak susunan organisme yang telah sempurna bukannya malah memunculkan organ baru dan membentuknya menjadi organisme yang semakin kompleks dan sempurna. Dalam artian tidak akan pernah memunculkan mata dari organisme yang tadinya tidak punya mata atau melahirkan bagi organisme yang tadinya bertelur dsb. Berbagai ekperimen dilakukan untuk membuktikan eksperimen ini ternyata hanya menghasilkan organisme yang cacat, mandul dan kontraproduktif. Seorang professor bernama Richard Dawkins terdiam ketika diminta menunjukkan sebuah contoh perbaikan informasi genetis dari proses mutasi di alam.

    Tak hanya dari sisi sains, ilmu paleontologi pun tak menemukan bukti ilmiah tentang adanya proses evolusi. Tidak ada catatan fosil yang menunjukkan adanya organisme transisi. Seperti makhluk setengah ikan setengah reptil, setengah reptil setengah mamalia, setengah reptil setengah burung dsb. Jika teori ini benar sudah tentu fosil organisme bentuk transisi dalam jumlah melimpah akan ditemukan. Indikasi terkuat semua organisme dalam jumlah banyak muncul secara tiba-tiba dengan kata lain ada yang telah menciptakannya. Salah satu organisme yang di klaim sebagai organisme transisi adalah sebuah organisme bernama coelacanth. Namun pukulan telak terjadi ketika pada tahun 1930-an seekor coelacanth tertangkap hidup-hidup di samudera hindia dan ternyata ia hanyalah sejenis ikan yang hidup di kedalaman samudera dan tak pernah muncul secara sendirinya ke daratan. Dan bentuk fisiknya pun tak beda jauh dengan fosil yang ditemukan para ahli.

    Jam tangan canggih, yang gerigi-geriginya berputar secara teratur dan seirama sehingga jarum detik, menit dan jam berjalan sesuai peran dan fungsinya menunjukkan kepada manusia bahwa ada pembuat jam tangan yang jenius yang mengatur sistem dan mekanisme kerja pada jam tersebut. Jika kita mengamati dengan seksama makhluk-makhluk hidup, insting beserta kompleksitas organ dan interaksinya terhadap keseimbangan ekosistem. Jelas tampak bahwa ini semua adalah karya seni. Sebagai karya seni tentu ada seniman yang telah menciptakan dan mendesain Maha Karya ini. Seniman yang memiliki ilmu dan hikmah tiada tara. Seniman itu telah memperkenalkan dirinya kepada manusia sebagai makhluk yang telah diistimewakanNya. Dialah Allah, Tuhan yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Penguasa langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya.

    “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang baik. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S 59:24)

    Refleksi

    Masih banyak lagi usaha-usaha yang dilakukan para evolusionist untuk mempertahankan teorinya mati-matian. Hal ini menunjukkan betapa gigihnya tipu daya mereka yang dikomandoi Iblis untuk memalingkan hati manusia dari jalan keimanan termasuk dengan jalan ilmu pengetahuan ilmiah. Begitulah kerjaan ia sampai akhir zaman, makhluk yang telah memproklamirkan dirinya sebagai penyesat manusia ini telah menyiapkan jutaan perangkap kepada masing-masing tipologi manusia dengan berbagai wajah. Kepada para ilmuwan, akademisi, politisi, pemimpin negara, rakyat jelata dll ia datang dengan wajah yang berbeda.

    Sebagai orang yang berkeyakinan, tentunya kita telah ditunjuki kepada aksioma-aksioma yang telah selayaknya menjadi suatu yang prinsipil dalam hidup kita agar tidak terpalingkan di tengah-tengah gelombang samudera kehidupan. Adalah sesuatu yang berbahaya jika pintu kebenaran hanya dibuka melalui jalan nalar semata. Tidak semua hal terjangkau oleh nalar manusia yang terbatas ini. Betapa banyak hal yang dahulu di mata nalar manusia adalah sebuah kemustahilan bahkan menjadi bahan tertawaan kini telah menjadi kenyataan dan terhampar secara nyata dihadapan kita. Sebut saja kisah tragis galileo galilei karena teorinya. Namun kini, manusia meyakini kebenaran teori matahari sentris-nya. Atau ide yang dianggap “gila” pada wright bersaudara. Hari ini, manusia dapat menikmati jasa penemuannya. Atau, pada kisah nabi Nuh A.S dengan kapalnya, dulu sewaktu ia membuat kapal ditengah darat dianggap gila oleh kaumnya bahkan dilempari kotoran, namun kini, sejarah mencatat dengan kapalnya peradaban manusia terselamatkan. Hal tersebut karena akal manusia terbatas, ia butuh pengajaran agar dapat  berkembang dan berkembang untuk memahami semuanya. Ia butuh suplemen petunjuk dari Sang Pemilik kunci-kunci pengetahuan dan hikmah yaitu Allah S.W.T agar tak salah arah. Jangan sampai kita menyesal beribu sesal ketika pemahaman tersebut datang di waktu yang sudah sangat terlambat sehingga kita tidak dapat melakukan apa-apa lagi kecuali menyesal. Yaitu ketika pintu-pintu ikhtiar telah ditutup rapat-rapat.

    Itulah kenapa ilmu pengetahuan harus berdiri dan bernaung pada landasan dan wadah yang benar sebagai kesatuan sistem yang terintegrasi, agar apa-apa yang dihasilkan sesuai dengan garis hukum-hukum yang telah ditetapkan dan berdaya guna untuk menunjang tugas dan misi yang telah dimandatkan sang Maha Pencipta dan Penguasa Alam semesta kepada Makhluk bernama manusia. Untuk keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara alam raya, manusia dan Pemilik alam beserta manusia itu sendiri yaitu Allah S.W.T. Bukan malah memalingkannya !. Wallahua’lam bisshawab.

    Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah ?

    Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang,

    dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

    Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

    Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

    (Q.S Al-Infithaar 6-10)

    *) Kepala Departemen Keilmuan Klinik Agromina Bahari 2013, Penggiat Diskusi Ngerumpi Pertanian

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KAB Archive

KAB Photos

Lebih Banyak Foto

laman facebook resmi KAB

Twitter Terbaru

agri sms

Buku

Buku Klinik Agromina Bahari
%d blogger menyukai ini: