//
you're reading...
opini

Ide itu ada di sekitar kita

Setiap hal yang ada di sekitar kita bisa diangkat menjadi topik kajian yang menarik. Hanya butuh sedikit kreatifitas dan kebiasaan membaca untuk membuatnya menjadi karya yang luar biasa. Termasuk untuk hal yang sesederhana ini.

Gadung (Dioscora hispida L.) merupakan sejenis umbi-umbian yang sering dibuat menjadi keripik. Keripik gadung berwarna putih dan rasanya sangat gurih sehingga keripik ini banyak digemari oleh semua kalangan. Keripik gadung terkenal berasal dari Jawa Barat khususnya dari Kabupaten Kuningan yang memang merupakan sentra industri keripik gadung. Namun, keripik gadung bukan hanya terdapat di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, DIY pun menyimpan potensi yang serupa. Adalah Kabupaten Gunung Kidul, dan sebagian kecil di Kabupaten Sleman yang memiliki tanaman gadung dan dikelola menjadi sebuah industri keripik.

Kabupaten Gunung Kidul memiliki wilayah dan topografi pegunungan kapur dan semi marginal. Pengusahaan tanaman padi sawah dan hortikultura menjadi sulit dilakukan di sana karena kondisi lahannya yang tidak mendukung.  Sesekali petani mengusahakan padi gogo untuk lahan pertaniannya, namun umbi-umbian masih menjadi pilihan tepat bagi budidaya pertanian masyarakat. Termasuk umbi gadung banyak tumbuh disana, baik yang dibudidayakan maupun tumbuh secara liar. Gadung telah menjadi makanan alternatif di Kabupaten Gunung Kidul saat terjadi paceklik.

Di Kabupaten Sleman, keberadaan umbi gadung terletak pada daerah dengan ketinggian > 300 m di atas permukaan laut. Atau sekitar wilayah Jl. Kaliurang KM 13. Umbi gadung di Kabupaten Sleman tumbuh liar dan belum banyak yang dibudidayakan. Tidak sebanyak di Gunung Kidul, untuk pengolahan gadung di Kabupaten Sleman yang sebagian besar wilayahnya telah menjadi kota, hanya beberapa daerah saja yang mengembangkan pengolahan industri keripik gadung. Contohnya di Padukuhan Tanjungsari, Desa Sukoharjo.

Industri pengolahan gadung di Padukuhan Tanjung Sari berbasis industri rumah tangga dan pengolahannya masih menggunakan cara yang tradisional. Umbi gadung diiris, dilumuri abu, di press dengan batu, serta dijemur dibawah sinar matahari. Seperti industri keripik gadung milik Pak Nur Hidayat berikut…

Selain menjadi keripik, ternyata industri gadung ini memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Salah satunya ialah Pengolahan limbah cair racun gadung yang telah diangkat oleh KAB menjadi salah satu topik kajian riset yang di danai Hibah Penelitian Potensi Pemberdayaan masyarakat PPKB UGM 2011.

Selain itu masih banyak potensi yang dapat kita kembangkan. misalnya perbaikan managemen industri, teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengembangan kemasan produk, pemanfaatan limbah, pemanfaatan kulit gadung dan lain sebagainya. Pengembangan yang dilakukan tentunya akan sangat bermanfaat guna mengangkat potensi wilayah tersebut dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Karena semua berawal dari yang ada di sekitar kita, maka  mulailah untuk memperhatikan sekitarmu dengan seksama, banyak membaca dan mengkaji akan memperkuat insting alamiah kita untuk melakukan riset dan karya.

temukan Idemu…!
and keep Kompeten, Professional, Kontributif …🙂

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KAB Archive

KAB Photos

Lebih Banyak Foto

laman facebook resmi KAB

Twitter Terbaru

agri sms

Buku

Buku Klinik Agromina Bahari
%d blogger menyukai ini: