//
you're reading...
reportase

Memancing Pesona Dengan Eceng Gondok


Minggu, 4 April 2010

Suasana terik tak menghalangi langkah intelektual-intelektual muda KAB untuk menimba ilmu di eksiklopedia alam Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DIY. Di tempat ini KAB’ers belajar mengenai penyelamatan lingkungan perairan, sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman eceng gondok sebagai kerajinan yang unik dan menarik.

Di sini KAB’ers diajak untuk bersosialisasi dengan pengrajin hyacint craft (kerajinan dari tanaman eceng gondok). Eceng gondok yang digunakan untuk kerajinan berasal dari Bendung Tegal. Untuk itu, KAB’ers pun turut membantu dalam aktivitas pembersihan Bendung Tegal dari eceng gondok. Dua perahu dilepas dari jangkarnya dan siap berlayar. KAB’ers pun telah siap berlayar dan mengayuh dayung untuk berburu eceng gondok. Ya… Eceng gondok memang menjadi masalah yang mengganggu di Bendung Tegal. Populasi tanaman eceng gondok cukup besar dan berpotensi dalam menyebabkan eutrofikasi dan mempercepat terjadinya proses pendangkalan di dasar bendungan.

Bendung Tegal menjadi pemasok air utama bagi daerah Bantul terutama Kecamatan Jetis. Selain berfungsi sebagai sarana irigrasi sawah di sekitarnya, Bendung Tegal memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata air. Pemandangan alamnya yang elok serta masyarakatnya nan bersahabat turut menambah pesona Bendung Tegal. Hal ini juga sangat didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bantul yang turut membenahi fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar bendungan. Di Bendung Tegal ini, terdapat perahu yang dapat diakses oleh pengunjung maupun wisatawan untuk berlayar mengitari bendungan. Selain itu, setiap tahunnya di Bendung Tegal dilaksanakan Lomba Perahu Naga Tingkat Nasional yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan pengrajin dalam usaha hyacint craft yang ada di daerah ini sudah ada sejak lama, akan tetapi setelah terjadinya gempa DIY pada tahun 2006, usaha tersebut colaps dan saat ini masih sangat sulit untuk bangkit. Nah, kini usaha tersebut mulai dirintis kembali oleh penduduk setempat. Dengan dibantu oleh tim PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) yang beranggotakan Mba’ Mustaqim, Mas Eko, dan Mba’ Nurul , penduduk setempat mulai aktif kembali menjalankan usahanya. Produk yang dihasilkan pun semakin bervariasi mulai dari dompet, tas tangan, hingga topi cowboy. Tim yang dimotori oleh personil KAB’ers ini aktif setiap minggunya memantau kegiatan pengrajin di Desa Canden tersebut. Pemasaran produk hyacint craft ini tidak hanya melalui market saja, akan tetapi sedang diusahakan untuk memasuki e-market. Harapan dari tim ini ke depannya produk hyacint craft dapat kembali merambah pasar nasional dan internasional. -im-

Diskusi

4 thoughts on “Memancing Pesona Dengan Eceng Gondok

  1. give u’r best contribution guys !! ^_^

    Posted by imam W | April 6, 2010, 4:04 pm
  2. go KAB go…!!!😛

    Posted by alrozi | April 6, 2010, 11:07 pm
  3. wah, aku senang ada yang memosting kegiatan PKMM q lain kali tak ajakin lagi ….hee….

    Posted by mustaqim | April 7, 2010, 5:41 am
  4. lanjutkan ^_^

    Posted by arohmanpanji | Mei 8, 2010, 6:07 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KAB Archive

KAB Photos

Lebih Banyak Foto

laman facebook resmi KAB

Twitter Terbaru

agri sms

Buku

Buku Klinik Agromina Bahari
%d blogger menyukai ini: